*==[[ Terimakasih Atas Kunjungannya ]]==*

1. Worldview
2. Ad-Dien
3. Wajah Barat
4. Tuhan Filsafat
5. Membangun Peradaban
6. Fe-Minus
7. Perkawinan dalam Perspektif Hukum Islam
8. Poligami and Married Siri
9. Berpolitiklah Secara Islami
10. Saat Nyawa di Tangan Manusia
11. Reasons and Prosedure Polygamy
12. Social Order Creating Fair in Islam
13. Islamic Law at Indonesian Waris
14. Pemimpin Yang Alim
15. Fakta Sejarah
16. Aslim Taslam
17. Pluralisme
18. Blasphemy
19. Ideology Pancasila
20. 5 Prinsip Menyikapi Faham Islam Liberal
21. Religius Humanis
22. Kesalahpahaman Makna Jihad
23. Madzhab Yang Beda
24. Islamisasi Ilmu
25. Liberalisme<< Batu Sandungan Pemikiran
26. Gender dalam Perspektif Islam
27. Konsep Pendidikan Islam Menurut Fazlur Rahman
28. Konstitusi Piagam Madinah
29. Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa
30. Uzlah Dalam Pandangan Dr. Wahbah Zuhaili
31. Yasinan dan Tahlilan
32. Seni Keindahan Visual Menurut Dr. Yusuf Qardhawi
33. Islam Phobia
34. Hukum Memperingati Isra Mi'raj
35. Pernikahan Beda Agama
36. Zakat Konsep Harta yang Bersih
37. Budaya Ilmu dan Peradaban Buku
38. Virginisty vs Prostitusy
39. Aqidah Islam: Asas Kemenangan
40. Sepak Terjang Sekularisme
41. Hermeneutika Sebagai Produk Pandangan Hidup
42. Urgensi Pemberdayaan Umat Lewat Mesjid
43. Fatwa MUI Tentang Hak Cipta
44. Pendidikan Islam vs Pendidikan Barat
45. Film "?" Apa maunya ?
46. Menjaga Pemikiran di Bulan Ramadhan
47. Sunni-Syiah dalam Nauangan Khilafah
48. Mitos Tentang Perayaan Natal Bersama
49. Interfaith Dialogue dan Relativisme Beragama
1. Arti Cinta Dalam Kehidupan
2. Looser or Winner
3. What Is Love
4. Aku Ingin Menjadi Detik
5. Bila Hati Berbalut Cemas
6. Berwudhu dan Memandang dengan Syahwat
7. Bersikap
8. Aku tak Pantas Berharap Surga
9. Istighfar dan Taubat adalah Kunci Rizki
10. Indahnya Istiqomah
11. Hanya Allah Temapt Bergantung
12. Untukmu Ibu
13. Istimewanya Seorang Wanita Muslimah
14. Tanamkan Akidah Sejak Usia Dini
15. What is Love..??
16. Definition of Love
17. Taukah Anda Hai Wanita..?
18. Sifat Alam Tersirat dalam Al-Qur’an
19. Perluasan Alam Semesta di Al Qur’an
20. Pengetahuan Sidik Jari di Al Qur’an
21. Masalah Genetka di Al Qur’an
22. Mahluk-Mahluk Bercahaya
23. Lauh Mahfuzh Kitab Terpelihara
24. Langit yang mengembalikan
25. Kematian Sejati
26. Kebesaran Allah pada Planet Bumi
27. Keajaiban Tumbuhan
28. Islam Menyelesaikan Permasalahan
29. Fisika Kimia Kenyataan Ghaib
30. Dimensi Lain dalam Materi
31. Berita Masa Depan
32. Bagian I Sejarah Berdarah Komunisme
33. Bagian II Manusia Bukan Hewan
34. Sang Legenda Buya Hamka
35. Homeschooling,Alternatif Pendidikan
36. Qiyas
37. Maslahat Mursalah
38. Saddudz Dzariah
39. 'Urf
40. Singa Padang Pasir Khalid bin Walid
41. Siapa sebenarnya ahli sunnah waljama'ah..??
42. Biografi Sang Proklamator
43. Biografi Wahbah Zuhaili
44. Hikmah Diharamkannya Menikahi Saudara Perempuan
45. Mari Menangis
46. Wudhu Sarana Refleksi
47. Fatwa_Fatwa Nikah
48. Hakekat Memakai Jilbab
49. Ibn Khaldun-Bapa Sejarah Kebudayaan
50. Al-Faraby: Ahli SEjarah Sekaligus Ilmuwan
51. Ibn Battuta-Sang Pengembara
52. Ibn Rusyd- Ahli Falsafah, Kedokteran & Ilmu Fiqh
53. Ibn Sina-Bapa Perobatan Modern
54. Hikmah DI Haramkannya Babi
55. Ar Razy, Bapak Pakar Sains
56. Ibnu Taimiyah
57. Al-Haitam- Bapak Optik Modern
58. Potret Imam Syafii:Sang Mujaddid
59. Manusia VS Mayat
60. Ilmu Laduni
61. 4 Tanda Sholat Diterima
62. Mengingat Kematian
63. Ayah !!Ayo kita Sholat...
64. Hormati Ibumu
65. Ya Allah..!!
66. Pikirkan dan Syukurilah..!!
67. Kelola Hati Nuranimu Hingga Memancarkan Hikmah
68. Orang-orang yang dido'akan Malaikat
69. Yang Lalu Biarlah Berlalu
70. 1001 Hikamh Shalat Subuh
71. 10 Sandaran Meneguhkan Iman
72. Memanfaatkan Waktu Pada Bulan Ramadhan
73. Hari Ini Adalah Milik Anda
74. Ingatkan Aku
75. Kata Non Muslim Tentang Muhammad
76. Tak Sesulit Yang Kita Bayangkan
77. Pahala Dua Kali Lipat
78. Mengenal Surat Al-Fatihah
79. Maraknya Bencana: Adzab apa Ujian ?
80. Bertambahnya Ni'mat
81. Kiat-kiat Rasulullah SAW
82. Miftahul Jannah (Kunci Surga)
83. Yang Paling dari Imam Al-Ghozali
84. Kumpulan Kata Motivasi Sang Khalifah
85. Surat Dari GAZA
86. Allah Lebih Dekat Dari Urat Nadi Manusia
87. Terapi Air Putih
88. Air Kehidupan
89. Nasehat KH. Hasan Abdullah Sahal
90. Mutiara dari "Sepatu Dahlan"
Showing posts with label HARUN YAHYA. Show all posts
Showing posts with label HARUN YAHYA. Show all posts

Sifat Alam Tersurat di Quran

      Di awal abad ke-20, ilmuan Jerman Alfred Wegener mengungkapkan, benua di bumi telah ditempatkan bersamaan dengan awal fase pembentukan bumi. Para ahli geologi memahami bahwa yang dikatakan Wegener adalah benar pada tahun 1980, setelah 50 tahun kematiannya.

       Penemuan -- yang dilakukan pada awal abad 20 -- gerakan kerak bumi dijelaskan oleh para ilmuwan sebagai berikut. Kerak terluar bumi dengan ketebalan 100 km persegi, terbagi atas dua bagian: yang disebut sebagai semacam piringan. Ada 6 piringan-piringan utama, dan beberapa berukuran kecil.

       Menurut teori yang disebut plate tectonics, piringan-piringan ini bergerak di atas bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Gerakan benua telah diukur yaitu 1 - 5 cm per tahun. Karena piringan-piringan tersebut terus-menerus bergerak, hal ini menyebabkan perubahan secara perlahan pada geografi bumi. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantik menjadi lebih lebar sedikit demi sedikit.

      Fakta ilmiah itu, sesungguhnya telah tercantum pada Alquran. Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagai jalannya awan. Begitulah perbuatan Alloh yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Surat an-Naml, 88)

      Ada hal penting yang dinyatakan di sini: Allah telah menunjukkan gerakan gunung-gunung sebagai suatu gerakan terapung dalam ayat tersebut. Kini, ilmuan modern menggunakan istilah continental drift atau benua yang mengapung untuk mengatakan hal ini.

      Selain itu, Quran pun menyebutkan, gunung-gunung memiliki fungsi mencegah goncangan di permukaan bumi. Kenyataan ini tidaklah diketahui oleh seorang pun pada zaman Al Quran diturunkan pertama kali. Ini merupakan fakta yang membawa pencerahan masa kini sebagai hasil penemuan geologi modern.

      Berdasarkan penemuan ini, gunung-gunung muncul sebagai hasil pergerakan dan tabrakan dari lapisan massive yang membentuk kulit bumi. Ketika dua lapisan tadi bertabrakan, lapisan yang lebih kuat berada di bawah lapisan lainnya, dan lapisan yang berada di atas mengkerut dan membentuk dataran tinggi atau gunung. Lapisan bawah bergerak di bawah tanah dan membentuk suatu lapisan bawah yang luas dan dalam. Ini berarti gunung-gunung yang terbentang di bawah daratan memiliki ukuran sama besarnya dengan yang terlihat di permukaan bumi.

      Dalam sebuah tulisan ilmiah, struktur gunung digambarkan sebagai berikut: Jika benua-benua berukuran lebih tebal, setebal gunung-gunung itu, kerak bumi akan terbenam lebih dalam di dalam lapisan. Dalam sebuah ayat, peranan gunung ditegaskan melalui sebuah perbandingan dengan pasak. Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan dan gunung-gunung sebagai pasak? (Surat an-Naba, 6-7)

      Dengan kata lain gunung-gunung menggenggam lapisan dalam kerak bumi bersamaan dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi pada titik hubung lapisan-lapisan ini. Dengan cara ini, mereka mengokohkan kerak bumi dan menjaga agar tidak terapung di atas magma pada lapisan tersebut.

      Singkatnya, kita bisa mengandaikan gunung-gunung seperti paku yang menjaga lembaran-lembaran kayu tetap menyatu.

      Fungsi pengokohan dari gunung-gunung ini dijelaskan dalam literatur ilmiah dengan terminologi isostasy. Isostasy diartikan sebagai keseimbangan dalam kerak bumi oleh suatu gerakan material bebatuan di bawah permukaan akibat tekanan gravitasi.

      Peranan vital gunung-gunung yang ditemukan ahli geologi modern dan penelitian seismic telah dinyatakan dalam Alquran berabad-abad silam sebagai suatu contoh kearifan yang agung dalam karya-karya Tuhan. Dan telah kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu tidak goncang bersama mereka (Surat al-Anbiya: 31).

       Hal lain, ahli oceanography masa kini, menemukan sifat lautan yang bertemu bersama yang sebelumnya, tidak berpadu satu sama lain. Penyebabnya, kekuatan fisika yang dinamakan ''tekanan/tegangan permukaan'', perairan pada laut-laut yang bersebelahan tidak menyatu. Ini karena perbedaan densitas/kerapatan laut-laut tersebut, tekanan/tegangan permukaan mencegahnya dari berpadu satu sama lain seakan-akan ada dinding tipis diantaranya. Sifat lautan itu pun tersurat di Alquran. Dia membiarkan dua lautan mengalir, yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tak dapat dilampaui oleh masing-masing (Surat ar-Rahman: 19-20)
Read More..

Perluasan Alam Semesta di Al Quran

   Di saat pengetahuan astronomi masih primitip, Al Quran telah melukis proses terjadi alam semesta. Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya kami benar-benar meluaskannya (Surat adh-Dhariyat: 47)

     Kata langit, sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan dalam beberapa tempat dalam Alquran dengan arti permukaan dan semesta. Di Quran, disebutkan, alam semesta meluas. Hal ini merupakan kesimpulan yang diperoleh ilmu pengetahuan masa kini.

     Hingga awal abad ke-20, pandangan umum dalam dunia ilmu pengetahuan bahwa alam semesta memiliki ukuran tetap dan ia ada dari dahulu kala. Penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, bagaimanapun juga, menyatakan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan dan ia mengalami ekspansi/meluas secara konstant.

      Pada awal abad ke-20, Fisikawan Rusia Alexander Friedmann dan ahli kosmologi Belgia George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta dalam gerakan konstan dan meluas. Fakta ini dibuktikan juga dengan pengamatan data pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi secara konstan bergerak menjauh satu sama lain. Alam semesta, dimana segala sesuatu secara konstant bergerak menjauh satu sama lain diartikan sebagai alam semesta yang secara konstan meluas/mengembang/berekspansi.
Pengamatan yang dilakukan pada tahun-tahun berikutnya membuktikan bahwa alam semesta secara konstan mengembang. Kenyataan ini diterangkan dalam Alquran pada saat tak seorang pun mengetahuinya. Hal ini dikarenakan Alquran adalah firman Sang Pencipta, dan Pengatur seluruh penjuru alam semesta.

      Tatkala mengacu pada matahari dan bulan dalam Alquran, dijelaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit tertentu. Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar pada garis edarnya (Surat al-Anbiya, 33). Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah statis/diam, tetapi bergerak dalam orbit tertentu. Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui (Surah Ya Sin, 38)

       Kenyataan di Alquran ini telah ditemukan dengan pengamatan astronomis saat ini. Menurut perhitungan ahli astronom, matahari berjalan pada kecepatan luar biasa, 720 ribu km per jam mengarah pada bintang Vega dalam orbit utama yang disebut Solar Apex. Hal ini berarti matahari berjalan kira-kira 17 juta 280 ribu kilometer dalam sehari.

      Selain matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan dalam jarak yang sama. Selanjutnya, semua bintang dalam alam semesta berada dalam suatu gerakan terencana demikian. Bahwa seluruh alam semesta dipenuhi oleh garis edar dan orbit seperti ini, dinyatakan dalam Alquran sebagai berikut: Demi langit yang memiliki jalan-jalan (Surat adh-Dhariyat, 7).

       Ada kira-kira 200 milyar galaksi dalam alam semesta yang masing-masing terdiri atas kira-kira 200 bintang. Segala benda-benda langit ini bergerak dalam orbit yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun, masing-masing seperti berenang sepanjang orbitnya dalam keserasian yang sempurna dan tersusun bersama satu dengan lainnya. Selanjutnya, sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang orbit yang ditetapkan baginya.

      Orbit di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda angkasa. Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa dalam hitungan, suatu orbit yang sangat terencana. Selama pergerakan ini, tak satupun dari benda-benda angkasa ini melenceng ke lintasan yang lain, atau bertabrakan dengan lainnya. Ternyata, telah diamati bahwa sejumlah galaksi melintas satu sama lain tanpa satupun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan.

       Sesungguhnya, pada saat Alquran diturunkan pertama kali, manusia tidak memiliki teleskop zaman ini ataupun teknologi observasi tingkat tinggi untuk mengamati ruang angkasa dengan jarak jutaan kilometer, tidak pula pengetahuan fisika atau astronomi modern. Selanjutnya, pada saat itu, tidaklah mungkin untuk menetapkan secara ilmiah bahwa ruang angkasa dipenuhi lintasan dan orbit sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Namun demikian, hal ini dinyatakan secara terbuka kepada kita dalam Alquran yang diturunkan pada saat itu.
Read More..

Pengetahun Sidik Jari di Alquran

     Di sisi lain yang tak kalah penting dari berita yang disebutkan Alquran ialah tahap-tahap pembentukan manusia dalam kandungan ibunya. Disebutkan dalam ayat tersebut bahwa dalam kandungan ibu, mulanya tulang-tulang terbentuk, selanjutnya otot terbentuk membungkus tulang-tulang ini.

     Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Lalu Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik (Surat al-Muminun: 14)

      Embryology adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari pembentukan embrio dalam kandungan ibu. Hingga akhir-akhir ini, para ahli embriologi beranggapan bahwa tulang dan otot dalam suatu embrio terbentuk secara bersamaan. Karenanya, untuk jangka waktu yang lama, banyak orang mengklaim bahwa ayat ini bertentangan dengan ilmu pengetahuan.

      Namun, penelitian canggih dengan mikroskop yang diselenggarakan dengan keunggulan perkembangan teknologi baru telah menyatakan bahwa pernyataan dalam Alquran kata per kata adalah benar. Pengujian dalam skala mikroskopis ini menunjukkan bahwa pembentukan yang terjadi dalam kandungan ibu terjadi dengan cara seperti yang digambarkan dalam ayat tersebut.
Pertama kali, jaringan tulang rawan dari embrio terbentuk. Kemudian sel-sel otot yang terpilih diantara jaringan yang mengelilingi tulang-tulang terbentuk dan membungkus tulang-tulang ini. Peristiwa ini digambarkan dalam sebuah publikasi ilmiah dengan kalimat sebagai berikut:

      Selama tujuh minggu, rangka mulai tersebar ke seluruh tubuh dan tulang-tulang mencapai bentuk sebagaimana umumnya. Pada akhir minggu ke tujuh dan selama minggu ke delapan otot menempati posisisnya menyelimuti bentuk tulang.

      Singkatnya, tahap-tahap pembentukan manusia sebagaimana digambarkan dalam Alquraan sesungguhnya selaras dengan penemuan ilmu embriologi modern.

      Dalam Quran pun disebutkan bahwa manusia diciptakan dalam tiga tahap dalam kandungan ibunya. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Alloh, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Dia, maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?(Surat az-Zumar: 6).

      Agar lebih dipahami, ditunjukkan dalam ayat ini, seorang manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam 3 tahapan yang jelas. Sesungguhnya, ilmu biologi modern telah menyatakan bahwa pembentukan embrio pada bayi terjadi dalam tiga tempat yang berbeda dalam kandungan ibu.

      Risalah Quran itu kini menjadi ilmu dasar pada semua textbook embriologi yang dipelajari dalam bidang pengobatan. Sebagai contoh, dalam buku Basic Human Embryology, sebuah buku referensi pokok dalam bidang embryology, fakta ini dibeberkan sebagai berikut: ''kehidupan dalam uterus memiliki tiga tahapan: pre-embrio; dua setengah minggu pertama, embryonic; sampai pada minggu ke delapan, dan fetal; dari minggu ke delapan sampai lahir.''

      Di sisi lain, Quran pun menyebutkan Allah untuk menghidupkan manusia setelah kematian, melalui adanya sidik jari manusia secara khusus dititikberatkan/ditekankan: Sebenarnya, Kami kuasa menyusun (kembali) jari-jemarinya dengan sempurna (Surat al-Qiyama, 3-4)

      Penekanan pada sidik jari memiliki makna khusus. Hal ini dikarenakan sidik jari setiap orang bersifat unik bagi dirinya. Setiap orang yang hidup atau pernah hidup di dunia ini memiliki serangkaian sidik jari yang unik. Itulah mengapa sidik jari dianggap sebagai tanda yang sangat penting pada kartu identitas bagi pemiliknya dan digunakan untuk tujuan ini di seluruh penjuru dunia.

      Akan tetapi, yang penting adalah bahwa sidik jari ditemukan pada akhir abad ke-19. Sebelumnya, orang menghargai sidik jari sebagai benda berbentuk lengkung biasa tanpa makna khusus. Namun, dalam Alquran, Allah menunjukkan sidik jari, yang tak sedikitpun menarik perhatian orang waktu itu, yang mengundang perhatian kita betapa berartinya dia, arti yang hanya dimengerti oleh jaman sekarang ini.
Read More..

Masalah Genetika di Al Quran


Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan, dari air mani, apabila dipancarkan (Surat an-Najm, 45-46).

      Ilmu genetika, hingga beberapa waktu lalu, memperkirakan jenis kelamin ditentukan sel ibunya. Begitupun dipercaya bahwa jenis kelamin ditentukan sel jantan dan sel betina bersama-sama.

      Benarkah? Alquran justeru memberikan penjelasan berbeda. Yaitu jenis kelamin laki-laki atau perempuan ditentukan sperma yang dipancarkan ke dalam kandungan.

      Belakangan, perkembangan disiplin ilmu genetika dan biology molekuler, membenarkan secara ilmiah penjelasan pada Quran. Kini dipahami bahwa jenis kelamin ditentukan oleh sel sperma yang berasal dari laki-laki, dan perempuan, tidak memiliki peran apapun dalam proses ini.

      Chromosom merupakan elemen utama dalam penentuan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom yang menentukan struktur seorang manusia dinyatakan sebagai kromosom seks. Dua kromosom ini dinamakan XY pada laki-laki dan XX pada wanita. Ini karena bentuk kromosom-kromosom ini mirip dengan huruf-huruf tersebut. Kromosom Y membawa gen yang menandakan jenis laki-laki, sedangkan kromoson X membawa gen yang menandakan perempuan.

      Pembentukan seorang manusia baru, berawal dari kombinasi silang salah satu kromosom-kromosom ini, yang berada dalam pasangan laki-laki dan perempuan. Pada perempuan, kedua komponen sel kelamin, yang terbelah dua selama ovulasi, membawa kromosom X. Jenis kelamin laki-laki, di sisi lain, memproduksi jenis sperma yang berbeda, satu mengandung kromoson X dan yang lainnya mengandung kromosom Y. Jika sebuah kromosom X dari perempuan bergabung dengan sebuah sperma yang mengandung kromosom X, maka bayi tersebut adalah perempuan. Jika ia bergabung dengan sperma yang mengandung kromosom Y, maka bayi tersebut adalah laki-laki.

      Tak satupun dari hal ini diketahui sampai penemuan ilmu genetika pada abad ke 20. Sesungguhnya, pada beberapa peradaban, dipercaya bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh tubuh perempuan. Itulah mengapa wanita-wanita dipersalahkan bila melahirkan anak perempuan. Tiga belas abad sebelum gen manusia ditemukan, Alquran telah menyampaikan berita yang menolak khurafat ini. Quran pun menjelaskan bahwa asal mula jenis kelamin bukanlah terjadi dari perempuan tetapi dengan air mani laki-laki.

      Ketika sperma dari laki-laki bergabung dengan ovum/sel telur wanita, intisari bayi yang akan dilahirkan terbentuklah. Sel tunggal yang diketahui sebagai zigot dalam ilmu biologi secara langsung akan mulai bereproduksi dengan membelah diri dan akhirnya menjadi segumpal daging. Tentu saja hal ini hanya dapat dilihat manusia dengan bantuan mikroskop.

      Namun, zigot tersebut tidak melewatkan periode pembentukan/pembelahan nya dengan kekosongan. Ia melekat pada uterus seperti akar yang kokoh menancap di bumi dengan carangnya. Melalui tali ini, zigote bisa mendapatkan zat-zat penting bagi pembentukannya dari tubuh ibunya.

       Di sini, pada titik ini, sebuah keajaiban Alquran terlihat. Saat menunjukkan zigot yang terbentuk dalam kandungan ibu, Alloh menggunakan kata alaq dalam Alquran: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari alaq (segumpal darah). Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah) (Surat al-Alaq, 1-3)

      Arti kata alaq dalam bahasa Arab adalah suatu benda yang menancap/menempel pada suatu tempat. Kata ini secara harfiah digunakan untuk menggambarkan lintah/pacet yang menempel pada tubuh untuk menghisap darah.

       Pengetahuan ilmiah yang tersingkap itu, selaras dengan berita pada Alquran. Keselarasan ini kian membuktikan bagi umat manusia -- bahkan tak sekadar bagi umat Islam -- Alquran itu suara kebenaran dari-Nya.
Read More..

Mahluk Mahluk Bercahaya

        Kita pun pernah menjumpai cahaya kecil yang menerangi kegelapan malam. Cahayanya benderang tetapi bukan bola lampu. Bahkan ia sama sekali bukanlah benda, melainkan mahluk hidup. Ia kunang-kunang. Mahluk kecil ini menghasilkan cahaya dalam tubuhnya.

      Meski tidak menggunakan listrik, kunang-kunang memiliki teknologi jauh lebih hebat: lebih efektif dari bola lampu yang mampu mengubah sepuluh persen saja dari energinya menjadi cahaya, sedangkan sembilan puluh persen sisanya berubah dan hilang menjadi panas. Sebaliknya, kunang-kunang mampu menghasilkan hampir seratus persen cahaya dari energi yang ada.

      Mengapa demikian? Tubuh kunang-kunang berisi zat kimia lusiferin, dan enzim yang disebut lusiferase. Untuk menghasilkan cahaya, dua zat kimia ini bercampur, dan percampuran ini menghasilkan energi dalam bentuk cahaya. Molekul kompleks ini didesain khusus untuk memancarkan cahaya. Penempatan setiap atom yang membentuk molekul tersebut telah ditentukan sesuai dengan tujuan ini. Tidak ada keraguan bahwa desain biokimia ini bukan kebetulan. Sebagaimana Allah telah memberi semua mahluk hidup ciri mereka masing-masing, Dia juga telah mengajarkan kunang-kunang cara membuat cahaya.

      Untuk apakah kunang-kunang membuat cahaya melalui teknologi yang sedemikian maju? Amatilah sekawanan kunang-kunang. Sekelompok kunang-kunang dalam jumlah besar, hingga ratusan ribu, di malam hari memunculkan pemandangan yang membuat kita seolah sedang berjalan di bawah bintang-bintang.
Cahaya ini sangatlah penting bagi kunang-kunang sebagai alat komunikasi. Sepanjang sejarah, manusia telah menggunakan berbagai sarana untuk berkomunikasi. Salah satunya adalah sandi morse, yang terdiri atas kombinasi sinyal panjang dan pendek, dan dipakai pada telegram. Kunang-kunang menggunakan sinyal cahaya untuk berkomunikasi, cara yang menyerupai sandi morse.

       Kunang-kunang jantan menyalakan dan memadamkan cahayanya untuk mengirim pesan kepada sang betina. Pesan ini berisi kode tertentu. Dan kunang-kunang betina menggunakan kode yang sama untuk mengirim pesan balasan kepada sang jantan. Sebagai hasil dari pesan timbal-balik ini, sang jantan dan betina mendekat satu sama lain.

       Sejak saat ia dilahirkan, tiap kunang-kunang mengetahui bagaimana berkirim pesan dengan cara ini, dan bagaimana memahami pesan yang dikirim oleh yang lain. Singkatnya, masing-masing dari ribuan kunang-kunang yang kita lihat bersama di kegelapan malam adalah sebuah keajaiban penciptaan. Pencipta sistem yang luar biasa ini adalah Allah, Pencipta semua makhluk hidup.

       Selama beberapa malam di Segitiga Bermuda, pertunjukan cahaya tengah berlangsung. Beberapa saat setelah matahari tenggelam, cahaya yang mempesona muncul, di permukaan laut. Cahaya ini berasal dari cacing laut betina yang sedang berada di permukaan. Sang betina mencampurkan dua cairan kimia yang ia hasilkan dalam tubuhnya. Makhluk ini tahu bagaimana menggunakan bahan-bahan kimia untuk memproduksi cahaya dengan cara yang menakjubkan.

      Hasilnya? Sebuah pertunjukan cahaya yang mengagumkan. Cacing betina melakukan ini untuk menarik perhatian sang jantan. Mahluk yang sedang mendekat dengan cahaya kecilnya yang terang adalah cacing laut jantan. Sepuluh menit kemudian, permukaan laut telah tertutupi oleh ratusan betina yang memancarkan cahaya terang. Jika bulan keluar dari balik awan dan menerangi permukaan laut, mereka kembali ke kedalaman lautan. Dua puluh menit kemudian pertunjukan ini berakhir.

      Jika kita ingin menyaksikan tempat sesungguhnya, di mana binatang menggunakan cahaya untuk berkomunikasi, maka kita harus pergi ke tempat paling gelap di bumi, yaitu dasar lautan. Kapal selam ini diciptakan khusus untuk dapat menyelam hingga kedalaman enam ratus meter. Sinar matahari tidak dapat menembus kedalaman di bawah dua ratus meter. Di sinilah tempat paling gelap di bumi. Tekanannya dua puluh kali lebih tinggi dibandingkan di permukaan laut.

      Anda mungkin berpikir tak ada yang mampu hidup dalam kondisi ini. Namun sebuah pemandangan menakjubkan muncul ketika terlihat suatu sinyal cahaya dari luar kapal selam. Tiba-tiba muncul cahaya dari kegelapan dasar lautan, dengan kata lain terdapat mahluk-mahluk hidup yang menjawab cahaya dengan cahaya, dan berkomunikasi dengan cara memancarkan cahaya dalam kegelapan ini. Dengan melihat makhluk ini dari dekat, anda akan melihat keagungan ciptaan Allah.

      Di dasar lautan, terdapat mahluk mengagumkan yang memancarkan cahaya merah. Ia seekor ubur-ubur. Pertunjukan cahaya dari spesies lain yang berada di bagian lebih atas menyerupai pertunjukan karya seni. Pertunjukan ini dapat dinikmati sepenuhnya setelah lampu kapal selam dimatikan. Pemandangan yang muncul adalah beragam mahluk mempesona yang bersinar dengan cahaya yang dihasilkannya sendiri.

       Sungguh tidak rasional untuk berpikir bahwa mahluk yang demikian kompleks dengan sistemnya yang rumit muncul secara kebetulan. Tak ada keraguan bahwa mahluk ini sengaja diciptakan dengan disain khusus. Oleh karenanya, pertunjukan cahaya ini, yang datang dari ratusan meter di bawah permukaan laut, sebenarnya mengungkapkan kepada kita akan kekuasaan Allah. Dia menciptakannya secara khusus. Segala sesuatu di darat dan di laut adalah kepunyaan-Nya. Dan Dia memiliki ilmu dan pengetahuan yang tak terbatas. Dalam sebuah ayat dinyatakan: Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-nama Yang Paling Baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Hasyr, 59:24)
Read More..

Lauh Mahfuzh (Kitab Terpelihara)

      Sejauh ini, kita telah menyaksikan kesimpulan ilmu pengetahuan tentang alam semesta dan asal-usul mahluk hidup. Kesimpulan ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta dan kehidupan itu sendiri diciptakan dengan menggunakan cetak biru informasi yang telah ada sebelumnya.

      Kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan modern ini sungguh sangat bersesuaian dengan fakta tersembunyi yang tercantum dalam Alquran sekitar 14 abad yang lalu. Dalam Alquran, Kitab yang diturunkan kepada manusia sebagai Petunjuk, Allah menyatakan bahwa Lauh Mahfuzh (Kitab yang terpelihara) telah ada sebelum penciptaan jagat raya. Selain itu, Lauh Mahfuzh juga berisi informasi yang menjelaskan seluruh penciptaan dan peristiwa di alam semesta.

      Lauh Mahfuzh berarti terpelihara (mahfuzh), jadi segala sesuatu yang tertulis di dalamnya tidak berubah atau rusak. Dalam Alquran, ini disebut sebagai Ummul Kitaab (Induk Kitab), Kitaabun Hafiidz (Kitab Yang Memelihara atau Mencatat), Kitaabun Maknuun (Kitab Yang Terpelihara) atau sebagai Kitab saja. Lauh Mahfuzh juga disebut sebagai Kitaabun Min Qabli (Kitab Ketetapan) karena mengisahkan tentang berbagai peristiwa yang akan dialami umat manusia.

     Dalam banyak ayat, Allah menyatakan tentang sifat-sifat Lauh Mahfuzh. Sifat yang pertama adalah bahwa tidak ada yang tertinggal atau terlupakan dari kitab ini:

      Dan pada sisi Allah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kcuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. Al An’aam, 6:59)
Sebuah ayat menyatakan bahwa seluruh kehidupan di dunia ini tercatat dalam Lauh Mahfuzh:

      Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun di dalam Al Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. (QS. Al An’aam, 6:38)

      Di ayat yang lain, dinyatakan bahwa di bumi ataupun di langit, di keseluruhan alam semesta, semua makhluk dan benda, termasuk benda sebesar zarrah (atom) sekalipun, diketahui oleh Allah dan tercatat dalam Lauh Mahfuzh:

      Kami tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Alquran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya.

      Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebi besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. Yunus, 10:61)

      Segala informasi tentang umat manusia ada dalam Lauh Mahfuzh, dan ini meliputi kode genetis dari semua manusia dan nasib mereka:

      (Mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri, maka berkatalah orang-orang kafir: Ini adalah suatu yang amat ajaib. Apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah (kami akan kembali lagi)?, itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang dihancurkan oleh bumi dari (tubuh-tubuh) mereka, dan pada sisi Kamipun ada kitab yang memelihara (mencatat). (QS. Qaaf, 50:2-4)

      Ayat berikut ini menyatakan bahwa kalimat Allah di dalam Lauh Mahfuzh tidak akan ada habisnya, dan hal ini dijelaskan melalui perumpamaan:

      Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Luqman, 31:27)

      Fakta-fakta yang telah kami paparkan dalam tulisan ini membuktikan sekali lagi bahwa berbagai penemuan ilmiah modern menegaskan apa yang diajarkan agama kepada umat manusia. Keyakinan buta kaum materialis yang telah dipaksakan ke dalam ilmu pengetahuan ternyata malah ditolak oleh ilmu pengetahuan itu sendiri.

      Sejumlah kesimpulan ilmu pengetahuan modern tentang informasi berperan untuk membuktikan secara obyektif siapakah yang benar dalam perseteruan yang telah berlangsung selama ribuan tahun. Perselisihan ini telah terjadi antara paham materialis dan agama.

Pemikiran materialis menyatakan bahwa materi tidak memiliki permulaan dan tidak ada sesuatu pun yang ada sebelum materi. Sebaliknya, agama menyatakan bahwa Tuhan ada sebelum keberadaan materi, dan bahwa materi diciptakan dan diatur berdasarkan ilmu Allah yang tak terbatas.

Fakta bahwa kebenaran ini, yang telah diajarkan oleh agama-agama wahyu seperti Yahudi, Nasrani dan Islam sejak permulaan sejarah, telah dibuktikan oleh berbagai penemuan ilmiah, merupakan petunjuk bagi masa berakhirnya atheis yang sebentar lagi tiba. Umat manusia semakin mendekat pada pemahaman bahwa Allah benar-benar ada dan Dialah yang Maha Mengetahui. Hal ini sebagaimana pernyataan Alquran kepada umat manusia dalam ayat berikut:

Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah. (QS. Al Hajj, 22:70)
Read More..

Langit yang Mengembalikan


Demi langit yang mengandung hujan (QS. Ath Thaariq, 86:11). Kata yang ditafsirkan sebagai 'mengandung hujan' dalam terjemahan Alquran ini juga bermakna 'mengirim kembali' atau mengembalikan.

      Seperti diketahui, atmosfir yang melingkupi bumi terdiri atas sejumlah lapisan. Setiap lapisan memiliki peran penting bagi kehidupan. Penelitian mengungkapkan bahwa lapisan-lapisan ini memiliki fungsi mengembalikan benda-benda atau sinar yang mereka terima ke ruang angkasa atau ke arah bawah, yakni ke bumi. Sekarang, marilah kita cermati sejumlah contoh fungsi pengembalian dari lapisan-lapisan yang mengelilingi bumi tersebut.
• Lapisan Troposfir, 13 hingga 15 km di atas permukaan bumi, memungkinkan uap air yang naik dari permukaan bumi menjadi terkumpul hingga jenuh dan turun kembali ke bumi sebagai hujan.
• Lapisan ozon, pada ketinggian 25 km, memantulkan radiasi berbahaya dan sinar ultraviolet yang datang dari ruang angkasa dan mengembalikan keduanya ke ruang angkasa.
• Ionosfir, memantulkan kembali pancaran gelombang radio dari bumi ke berbagai belahan bumi lainnya, persis seperti satelit komunikasi pasif, sehingga memungkinkan komunikasi tanpa kabel, pemancaran siaran radio dan televisi pada jarak yang cukup jauh.
      Sifat lapisan-lapisan langit yang hanya dapat ditemukan secara ilmiah di masa kini tersebut, telah dinyatakan berabad-abad lalu dalam Alquran. Ini sekali lagi membuktikan bahwa Alquran adalah firman Allah.
Dalam sebuah ayat Alquran pun disebutkan sifat angin yang 'mengawinkan' hingga terbentuknya hujan. Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan, dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya. (QS. Al Hijr, 15:22)

       Dalam ayat ini, ditekankan bahwa fase pertama dalam pembentukan hujan adalah angin. Hingga awal abad ke-20, satu-satunya hubungan antara angin dan hujan yang diketahui hanyalah bahwa angin menggerakkan awan. Namun, penemuan ilmu meteorologi modern telah menunjukkan peran 'mengawinkan' dari angin dalam pembentukan hujan.

Fungsi 'mengawinkan' dari angin ini terjadi sebagaimana berikut:

       Di atas permukaan laut dan samudera, gelembung udara yang tak terhitung jumlahnya terbentuk akibat pembentukan buih. Pada saat gelembung-gelembung ini pecah, ribuan partikel kecil, dengan diameter seperseratus milimeter, terlempar ke udara. Partikel-partikel ini, yang dikenal sebagai aerosol, bercampur dengan debu daratan yang terbawa oleh angin, dan selanjutnya terbawa ke lapisan atas atmosfir. Partikel-partikel ini dibawa naik lebih tinggi ke atas oleh angin, dan bertemu dengan uap air di sana. Uap air mengembun di sekeliling partikel-partikel ini dan berubah menjadi butiran-butiran air. Butiran-butiran air ini mula-mula berkumpul dan membentuk awan, dan kemudian jatuh ke bumi dalam bentuk hujan.

       Sebagaimana terlihat, angin 'mengawinkan' uap air yang melayang di udara dengan partikel-partikel yang dibawanya dari laut dan akhirnya membantu pembentukan awan hujan. Apabila angin tidak memiliki sifat ini, butiran-butiran air di atmosfir bagian atas tidak akan pernah terbentuk, dan hujan pun tidak akan terjadi.

       Hal terpenting di sini adalah bahwa peran utama dari angin dalam pembentukan hujan telah dinyatakan berabad-abad yang lalu dalam sebuah ayat Alquran, pada saat orang hanya mengetahui sedikit saja tentang fenomena alam.

      Fakta lain yang diberikan dalam Alquran mengenai hujan adalah bahwa hujan diturunkan ke bumi dalam kadar tertentu. Hal ini disebutkan dalam Surat Az Zukhruf sebagai berikut: Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur). (QS. Az Zukhruf, 43:11)

       Kadar dalam hujan ini pun sekali lagi telah ditemukan melalui penelitian modern. Diperkirakan dalam satu detik, sekitar 16 juta ton air menguap dari bumi. Angka ini menghasilkan 513 triliun ton air per tahun. Angka ini ternyata sama dengan jumlah hujan yang jatuh ke bumi dalam satu tahun. Hal ini berarti air senantiasa berputar dalam suatu siklus yang seimbang menurut ukuran atau kadar tertentu. Kehidupan di bumi bergantung pada siklus air ini. Bahkan sekalipun manusia menggunakan semua teknologi yang ada di dunia ini, mereka tidak akan mampu membuat siklus seperti ini.

       Bahkan satu penyimpangan kecil saja dari jumlah ini akan segera mengakibatkan ketidakseimbangan ekologi yang mampu mengakhiri kehidupan di bumi. Namun, hal ini tidak pernah terjadi dan hujan senantiasa turun setiap tahun dalam jumlah yang benar-benar sama seperti dinyatakan dalam Alquran.
Read More..

Kematian Sejati

     Sampai sejauh ini, tak ada orang yang hidup kembali dari kematiannya sehingga dapat berbagi cerita tentang pengalamannya, di alam kematian. Dengan demikian, mengetahui perihal kematian, melalui Alquran.

     Kematian, sebagaimana dijelaskan dalam Alquran, sangat jauh berbeda dari kematian medical. Hal ini terkait dengan Surat Al-Waqiah: Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, padahal kamu ketika itu melihat, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu. Tetapi kamu tidak melihat. (QS. Al Waqiah: 83:85).

     Tidak seperti kematian orang kafir, kematian orang beriman penuh berkah: (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik, oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): Salaamunalaikum. Masuklah kamu ke dalam surga itu, disebabkan apa yang telah kamu kerjakan (QS. An-Nahl: 32)

     Ayat-ayat ini menguak fakta penting tak terbantah tentang kematian: saat datangnya kematian, jalan yang dilalui oleh orang mati dan hal-hal yang dapat diamati merupakan pengalaman yang berbeda-beda. Misalnya, seseorang yang menghabiskan seluruh hidupnya sebagai seorang kafir dan degil barangkali nampak mengalami 'kematian yang damai'. Akan tetapi, ruh, yang berada pada dimensi berbeda, merasakan kematian yang menyakitkan. Sedangkan ruh orang beriman, meskipun nampak menderita, meninggalkan jasadnya dalam keadaan 'terhormat'.

     Alquran menjelaskan sejumlah kesukaran-kesukaran yang dialami orang kafir ketika nyawa mereka dicabut, karena malaikat membuat perhitungan dengan ruh/jiwa orang kafir saat kematiannya: Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila malaikat (maut) mencabut nyawa mereka seraya memukul muka mereka dan punggung mereka? Yang demikian itu adalah karena mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan (karena) mereka membenci (apa-apa yang menimbulkan) keridlan-Nya (QS. Muhammad: 27-28).

     Dalam Alquran dijelaskan pula mengenai 'tekanan-tekanan sakaratul maut', di mana saat itu malaikat mengabarkan tentang adanya azab yang kekal: Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat diwaktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): ''Keluarkan nyawamu!'' Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar, dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya (QS. Al-An’am: 93).

     Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): Rasakan olehmu siksa neraka yang membakar” (tentulah kamu akan merasa ngeri). Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya. (QS. Al- Anfal: 50-51).

      Sebagaimana dijelaskan oleh ayat di atas, kematian orang kafir diliputi kesengsaraan. Ketika orang-orang di sekitarnya melihatnya begitu tenang di pembaringan, sesungguhnya azab fisik dan spiritual sedang dialaminya. Malaikat maut mencabut nyawanya, menimpakan penderitaan dan kehinaan baginya. Dalam Alquran, malaikat yang mencabut nyawa orang-orang kafir digambarkan: Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras (QS. An-Naziat: 1).

      Tahap terakhir bagaimana nyawa atau ruh dicabut dijelaskan sebagai berikut: Sekali-kali jangan! Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan, dan dikatakan (kepadanya); Siapakah yang dapat menyembuhkan? dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan) (QS. Al-Qiyamah: 26-28).

     Saat itu, orang kafir mendapati kebenaran yang dibantahnya semasa hidupnya. Dengan kematian, ia akan menerima segala konsekuensi dari dosa dan bantahannya Malaikat memukul punggungnya dan mencabut nyawanya dengan keras, dan itu hanya sebagian kecil dari duka panjang yang menantinya.

     Sebaliknya, kematian orang-orang beriman merupakan awal dari kebahagiaan abadi. Tidak seperti orang kafir yang menderita kepahitan, jiwa orang beriman dicabut dengan lemah lembut (QS. An-Nazi’at: 2). Malaikat berkata; Salaamunalaikum! Masuklah kamu kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan (QS. An-Nahl: 32).

      Ini sama seperti dalam keadaan tidur. Dalam tidur, jiwa/ruh masuk ke dimensi lain, seperti digambarkan dalam ayat berikut: Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan (QS. Az-Zumar: 42).

     Ini adalah kebenaran tak terbantahkan mengenai kematian. Penampakan luar dari seseorang yang menjelang ajal yaitu tatkala malaikat memukul wajah dan punggungnya, maupun ketika nyawanya sampai ke kerongkongannya. Hanya jiwa orang-orang yang mengalaminya yang dapat merasakan dan melihat gambaran ini. Akan tetapi, kematian sejati dirasakan di dalam setiap sudut oleh orang yang sedang sakaratul maut dalam dimensi yang sama sekali tidak dikenal oleh orang yang menyaksikan kematian dari luar. Dengan kata lain, apa yang dialami dalam kematian adalah 'perubahan dalam dimensi'
Read More..

Kebesaran Allah pada Planet Bumi

Pernahkan anda berpikir bahwa setiap sesuatu diciptakan untuk manusia saja?

      Ketika seseorang yang beriman kepada Allah mengamati segala sesuatu beserta sistem yang ada -- hidup ataupun tak hidup -- yang ada di jagad raya dengan menggunakan mata yang penuh perhatian, ia melihat bahwa segalanya telah diciptakan untuk manusia. Ia mengetahui bahwa tak satupun yang muncul dan menjadi ada di dunia secara kebetulan. Namun diciptakan Allah dalam keadaan yang sangat sesuai untuk kehidupan manusia.

      Misalnya, dari dulu hingga sekarang manusia dapat bernapas tanpa susah payah di setiap saat. Udara yang ia hirup tidak membakar saluran hidungnya, tidak membuatnya mabuk ataupun sakit kepala. Komposisi unsur-unsur ataupun senyawa-senyawa gas dalam udara telah ditetapkan dalam jumlah yang paling sesuai untuk tubuh manusia.

       Seseorang yang memikirkan hal ini teringat akan hal lain yang sangat penting: seandainya kadar oksigen dalam atmosfer sedikit lebih atau kurang dari yang ada sekarang, dalam dua keadaan tersebut kehidupan akan hancur. Ia lalu ingat betapa susahnya bernapas ketika berada dalam tempat yang tidak mengandung udara.

     Ketika seorang yang beriman terus-menerus memikirkan masalah ini, ia akan selalu bersyukur kepada Tuhannya. Ia melihat bahwa atmosfir bumi dapat saja dibuat sedemikian rupa sehingga membuatnya susah untuk bernapas sebagaimana banyak planet-planet yang lain.

       Namun tidak demikian kenyataannya: atmosfer bumi diciptakan dalam keseimbangan dan keteraturan yang demikian sangat sempurna sehingga membuat jutaan manusia bernapas tanpa susah payah.

       Seseorang yang tiada henti memikirkan tentang planet dimana ia hidup, menyadari betapa pentingnya air yang diciptakan Allah untuk kehidupan manusia. Kemudian ia pun berpikir: manusia pada umumnya paham tentang pentingnya air hanya ketika mereka kekurangan air dalam waktu yang lama.

      Air adalah substansi yang kita butuhkan setiap saat dalam hidup kita. Misalnya, sebagian besar dari sel-sel tubuh, dan darah yang menjangkau setiap bagian kecil dari tubuh kita tersusun atas air. Jika tidak demikian, maka fluiditas darah akan berkurang dan darah akan sangat sulit mengalir di dalam pembuluh vena. Fluiditas air tidak hanya penting bagi tubuh kita akan tetapi juga untuk tumbuh-tumbuhan. Air mampu menjangkau bagian yang paling ujung dari daun dengan melalui pembuluh-pembuluhnya yang halus seperti benang.

       Massa air yang sangat besar di lautan menjadikan bumi kita tempat yang dapat didiami. Jika proporsi lautan di bumi menjadi lebih kecil dari daratan, di mana-mana akan berubah menjadi gurun yang tidak memungkinkan adanya kehidupan.

       Seseorang yang sadar dan berpikir tentang hal ini akan benar-benar yakin bahwa adanya keseimbangan yang begitu sempurna di bumi sudah pasti bukanlah sebuah kebetulan. Setelah menyaksikan dan memikirkan fenomena tersebut, akan tampak bahwa segala sesuatu diciptakan dengan sebuah tujuan oleh Pencipta yang Maha Tinggi dan Pemilik Kekuatan yang Abadi.

       Di samping itu, ia juga sadar bahwa contoh-contoh yang telah ia pikirkan sebagaimana di atas sangatlah terbatas. Sungguh, tidaklah mungkin untuk menyebutkan jumlah seluruh contoh-contoh yang berkenaan dengan keseimbangan yang sempurna di bumi.

      Bagi orang yang berpikir, ia akan dapat dengan mudah menyaksikan keteraturan, kesempurnaan dan keseimbangan yang terlihat jelas di setiap sudut jagad raya, dan dengannya mencapai suatu kesimpulan bahwa segala sesuatu diciptakan Allah untuk manusia.

       Allah berfirman dalam Al Quran: Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir. (QS. Al-Jaatsiyah, 45: 13)
Read More..

Keajaiban Tumbuhan


Seorang mukmin berjalan di sebuah taman. Ia terpesona dengan keindahan taman yang merupakan kenikmatan Allah. Sesungguhnya, bagi yang sudi merenung, pada setiap benda hidup terdapat kebesaran-Nya.

      Sebagai contoh, tanaman merambat yang melingkarkan tubuhnya mengelilingi sebuah dahan atau benda lain, merupakan fenomena yang perlu dipikirkan secara seksama. Jika pertumbuhan tanaman ini direkam dan dipertunjukkan ulang dengan cepat, akan terlihat bahwa tanaman merambat ini bergerak seolah-olah ia adalah makhluk yang memiliki kesadaran. Ia seolah-olah melihat dahan yang berada tepat di hadapannya, lalu ia mengulurkan dirinya ke arah dahan tersebut dan mengikatkan diri ke dahan seperti tali lasso.

       Seorang mukmin yang menyaksikan semua ini kembali sadar bahwa Allah telah menciptakan semua benda hidup, dan bahwa Dia menciptakannya sebagai sistem yang unik dan tanpa cacat.

       Ketika seseorang terus mengamati gerakan-gerakan tanaman ini, ia menemukan satu ciri menarik lain dari tumbuhan tersebut. Ia melihat bahwa batang tanaman merambat tersebut dengan kuat melekatkan dirinya di atas permukaan dimana ia berada dengan menjulurkan lengan-lengan sampingnya. Bahan yang kental yang diproduksi oleh tanaman yang tidak memiliki kesadaran tersebut merekat sedemikian kuat sehingga ketika tanaman ini dicoba untuk dipindahkan dengan cara menariknya dari tempat ia berada, maka cat yang ada ditembok akan ikut terangkat juga.

       Begitupun dengan pepohonan. Pernahkan kita memikirkan bagaimana air mencapai dedaunan yang tinggi? Tidaklah mungkin bagi air dalam sebuah tanki di bagian bawah bangunan anda untuk naik ke lantai yang lebih atas tanpa adanya sebuah tanki hidroforik atau mesin pompa air yang kuat. Anda tidak akan mampu memompa air kendatipun hanya sampai ke lantai pertama. Oleh karena itu, sudah seharusnya ada sistem pemompaan yang mirip dengan mesin hidrofonik yang dimiliki oleh pohon.
Allah telah menciptakan untuk tiap-tiap pohon semua sarana dan perlengkapan yang diperlukan. Tambahan lagi, sistem pemompaan di setiap pohon terlalu canggih dibandingkan dengan yang ada di bangunan tempat tinggal manusia.

        Hal lain yang dapat dipikirkan berhubungan dengan dedaunan. Dedaunan itu sesungguhnya bukan bentuk sederhana seperti yang terlihat mata. Dedaunan, misalnya, adalah sesuatu yang rentan dan mudah rusak. Namun, daun-daun ini tidak kering kerontang karena panasnya terik sinar matahari yang menyengat. Ketika seorang manusia berada pada suhu 40oC dalam waktu yang sebentar, warna kulitnya berubah, ia menderita dehidrasi. Sebaliknya, daun mampu untuk tetap hijau di bawah panas matahari yang menyengat tanpa terbakar selama berhari-hari, bahkan berbulan-bulan meskipun sangat sedikit sekali jumlah air yang mengalir melalui pembuluh-pembuluhnya yang mirip benang. Ini adalah sebuah keajaiban penciptaan yang menunjukkan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu dengan ilmu yang tak tertandingi.

       Begitulah, ketika menyusuri taman, kita memahami semua itu merupakan perwujudan sifat-Nya Yang Maha Indah (Al-Jamaal). Lihatlah: bunga daisy yang menguning. Kupu-kupu dengan ekornya yang indah meliuk di sela bunga.

       Kupu-kupu, misalnya, adalah makhluk yang sangat indah dan elok untuk dilihat. Kupu-kupu, yang memiliki sayap dengan simetri dan disain semacam renda yang demikian teliti sehingga terlihat seolah-olah dilukis dengan tangan, dengan warna yang harmoni dan dipenuhi fosfor sehingga berpendar, adalah bukti daya seni yang tak tertandingi dari ciptaan Allah.

       Banyaknya jenis tanaman dan pohon yang tak terhitung di muka bumi merupakan bagian dari keindahan ciptaan Allah. Bunga-bunga dengan warna yang beraneka-ragam dan berbagai bentuk pepohonan telah diciptakan sedemikian rupa sehingga memberikan kenyamanan bagi manusia.

       Seseorang yang memiliki keimanan akan berpikir bagaimana bunga seperti mawar, violet, daisy, hyacinth, anyelir, anggrek dan bunga-bunga lainnya memiliki permukaan yang sedemikian mulus, bagaimana mereka muncul dari biji-biji mereka dalam keadaan yang halus sama sekali tanpa ada lipatan-lipatan, bagaikan telah disetrika.

       Satu lagi keajaiban ciptaan Allah adalah aroma sedap yang menakjubkan dari bunga-bunga ini. Mawar, misalnya, memiliki wangi yang tidak pernah berubah yang selalu dikeluarkannya. Bahkan dengan teknologi paling maju sekalipun, bau yang menyamai mawar tidak dapat dibuat.

       Penelitian di laboratorium-laboratorium untuk menyerupai bau ini belum mendatangkan hasil yang memuaskan. Aroma parfum yang diproduksi dengan meniru bau mawar pada umumnya memiliki bau harum yang sedemikian kuat sehingga mengganggu orang. Tetapi bau asli dari bunga mawar tidak menimbulkan gangguan apapun bagi manusia.

       Orang yang beriman sadar bahwa segala sesuatu ini diciptakan Allah agar ia memuji-Nya. Sadar akan hal ini, seseorang yang menyaksikan keindahan kebun ketika sedang berjalan-jalan akan mengagungkan Allah seraya mengatakan, ''Maa syaa Allahu, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)'' (QS. Al-Kahfi, 18: 39).
Read More..

Islam Menyelesaikan Permasalahan

     Seseorang yang menyandarkan dirinya pada prinsip-prinsip dalam Alquran selalu sanggup menyelesaikan permasalahan hidupnya dan senantiasa bertindak bijaksana. Demikianlah, orang yang hidup dengan prinsip tersebut tak pernah merasakan frustasi, bagaimanapun rumit keadaan yang dihadapi. Karena itulah, dalam masyarakat yang menjunjung tinggi nilai/ajaran agama, tak seorang pun dari mereka yang tak dapat menyelesaikan masalahnya.

      Ketika nilai agama tidak ditegakkan, manusia tidak menampakkan kemanusiaannya. Permasalahan sederhana sekalipun, tidak akan terselesaikan secara bijaksana dalam masyarakat tak beragama. Masyarakat demikian menghadapi kesukaran terus-menerus sepanjang hidupnya. Jangankan mencari penyelesaian, justru mereka mencari masalah dalam kesehariannya, seolah-olah itu adalah malapetaka yang tak mungkin terselesaikan.

      Karena tak sanggup menyelesaikan masalah yang bertubi-tubi dalam setiap segi kehidupannya, mereka kemudian berputus asa dan menggugat. Sementara itu, karena gagal mempertahankan alasan, mereka tak mendapatkan satupun pemecahan. Bahkan jika mereka mendapatkannya, hal itu terbukti tidak rasional, karena yang mereka dapatkan berasal dari pemikiran dangkal.
Alasan utama mengapa konflik senantiasa tak terselesaikan dalam masyarakat yang jauh dari agama adalah anggota masyarakat sendiri tidak mampu menyelesaikan persoalan pribadinya. Seseorang yang tidak menyandarkan dirinya pada prinsip-prinsip Islam akan mengatasi persoalannya dengan cara-cara mereka sendiri.

       Dalam hal ini, dia berusaha memuaskan diri sendiri tanpa mempertimbangkan kepentingan orang banyak. Dalam setiap tindakannya, dia tak mau menghadapi resiko, dan tak mau menghabiskan tenaga dan biaya, atau mengambil tanggung jawab yang bermanfaat bagi kepentingan orang lain.

       Bahkan hal sepele yang gampang diatasi menjadi teka-teki baginya. Setiap orang ingin mempengaruhi orang lain, bertindak menjilat atasannya, ingin kedudukannya diakui, atau paling tidak ingin menjadi orang yang selalu memberi “kata akhir” atau keputusan. Kepribadian yang demikian menyebabkan orang lain tak bisa memberikan sumbang sih pemikiran.

       Alasan dibalik kedunguan orang yang tak mau hidup dengan prinsip-prinsip agama yang ingin membawa kesimpulan yang memuaskan dinyatakan dalam ayat berikut ini: Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka terpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti. (QS. Al-Hasyr: 14).

       Contoh paling sering terlihat dalam program diskusi terbuka yang ditayangkan di televis. Peserta mendiskusikan suatu hal selama berjam-jam. Karena setiap orang cenderung mengeluarkan argument/bantahan, didapatlah ketidaksepakatan yang bersifat umum.

       Para peserta barangkali membenarkan pemikiran lawan bicaranya, akan tetapi kesombongan mencegah mereka mengakuinya, dan yang paling penting bagi mereka semata-mata menunjukkan perlawanan. Hal ini dikarenakan, yang sesungguhnya ingin dicapai bukanlah kebenaran, akan tetapi menjadi orang yang memberikan keputusan akhir.

      Yang mengherankan, selama diskusi, berbagai masalah, konflik dan perbedaan cenderung meningkat. Sesungguhnya, dari awal mereka memang tak berniat untuk menemukan solusi. Mereka membangun dan bernaung dalam kesombongan philosophi, berpedoman bahwa materi sesungguhnya adalah berdiskusi, berekspresi, dan mengubah cara pandang orang. Mereka berpikir bahwa wajar saja ketika tidak mendapati solusi setelah bediskusi berjam-jam.

      Orang-orang beriman, menyadari bahwa Allah memperhitungkan segala sesuatu, mengharuskan orang bertindak bijaksana dan hati-hati dalam setiap keadaan. Mereka membuat keputusan paling tepat dan menemukan solusi terbaik.

       Mereka dapat memutuskan segala permasalahan dengan cepat tanpa terhalang apapun, karena mereka dituntun oleh moral terbaik, tanggung jawab, dan kemampuan berpikir yang diilhami oleh ajaran Alquran. Urusan mereka diputuskan dengan musyawarah antara mereka (QS. Asy-Syuura: 38). Setiap saat mereka mengambil pilihan yang paling diridhai Allah. Tak satupun hal yang bertentangan dengan keadilan dan kebenaran, meski barangkali itu berlawanan dengan kepentingan atau kepuasan pribadi mereka.

       Hanya mengabdi pada Allah dan mengharap imbalan hanya dari-Nya, orang mukmin tak pernah mencari pengakuan dari orang lain, mencari gelar di mata manusia ataupun disanjung oleh mereka. Oleh karenanya, dalam setiap keputusan yang mereka ambil, mereka senantiasa menerima dukungan, bimbingan, ilham, dan hikmah dari Allah.

       Orang beriman memiliki ketakutan dan ketundukan yang sangat pada aturan Allah, sehingga ia diberi furqaan untuk membedakan yang hak dan yang bathil (QS. Al-Anfal: 29) sehingga ia tiba pada keputusan yang tepat. Mereka pun akan mendapatkan “jalan keluar” (QS. Ath-Thalaq: 2) dan kemudahan dalam segala urusan (QS. Ath-Thalaq: 4).
Read More..

Fisika + Kimia = Kenyataan Gaib

     Untuk membayangkan bahwa materi memiliki wujud di luar otak adalah tipuan belaka. Penampakan yang kita saksikan sangat mungkin berasal dari sumber tiruan.

     Hal ini dapat dipahami dengan contoh berikut. Pertama-tama, marilah kita anggap kita dapat mengeluarkan otak dari tubuh kita dan menjaganya agar tetap hidup dalam sebuah toples kaca. Lalu kita ambil komputer dengan beragam informasi yang dapat direkam di dalamnya. Terakhir, marilah kita masukkan sinyal-sinyal listrik dari semua data yang dapat memunculkan situasi seperti gambar, suara dan rasa ke dalam komputer ini.

     Marilah kita hubungkan komputer ini dengan pusat penginderaan dalam otak kita menggunakan kabel elektroda, dan mengirim data yang telah terekam ke otak kita. Di saat otak kita merasakan sinyal-sinyal ini, ia akan melihat dan hidup dalam situasi yang dimunculkan sinyal-sinyal ini.

     Dari komputer ini, kita juga dapat mengirim ke otak kita sinyal-sinyal tentang gambaran diri kita. Misalnya, kita dapat mengirim ke otak kita sinyal-sinyal yang berhubungan dengan indera penglihatan, pendengaran dan peraba yang kita rasakan ketika kita duduk di kursi. Dalam keadaan ini, otak kita akan menganggap dirinya sebagai seorang pebisnis yang sedang duduk di kantornya.
Dunia bayangan ini akan berlangsung selama rangsangan terus-menerus datang dari komputer tersebut. Kita tak pernah menyadari bahwa kita hanya terdiri dari otak.

      Sungguh sangat mudah kita terkecoh dan mempercayai penampakan, yang tanpa disertai wujud materi, sebagai hal yang nyata. Inilah yang sebenarnya terjadi dalam mimpi kita.

      Bagi anda, sesuatu yang nyata adalah segala yang dapat disentuh dengan tangan dan dilihat dengan mata. Dalam mimpi, anda dapat pula menyentuh dengan tangan anda dan melihat dengan mata anda, namun pada kenyataannya anda tidak memiliki tangan atau mata, tidak ada pula sesuatupun yang dapat disentuh atau dilihat. Sehingga, ketika mempercayai apa yang anda rasakan dalam mimpi sebagai keberadaan secara materi, anda telah tertipu.

      Sebagai contoh, seseorang yang tidur pulas di pembaringannya dapat melihat dirinya berada dalam dunia yang sama sekali berbeda dalam mimpinya. Ia mungkin bermimpi bahwa ia seorang pilot dan menjadi komandan pesawat raksasa, dan ia bekerja sangat serius mengomandani pesawat tersebut. Padahal orang ini tidak beranjak selangkah pun dari tempat tidurnya.

      Dalam mimpinya, ia mungkin berada pada sejumlah keadaan yang berbeda dan bertemu kawan, berbicara dengan mereka, makan dan minum bersama. Kendatipun sekedar penampakan yang tidak memiliki wujud materi, pengalaman dalam mimpi ini terasa sama sekali nyata. Hanya ketika bangun dari mimpinya ia kemudian menyadari bahwa semua ini hanyalah penampakan.

      Jika kita dapat dengan mudah hidup dalam dunia semu mimpi kita, maka hal yang sama dapat berlaku pada dunia yang kini kita huni.

      Ketika kita terbangun dari mimpi, tidak ada alasan logis untuk tidak berpikir bahwa kita telah memasuki mimpi yang lebih panjang yang kita sebut kehidupan nyata. Alasan kita menganggap mimpi kita sebagai khayalan, sedangkan dunia sebagai alam nyata, hanyalah akibat kebiasaan dan prasangka kita.

      Ini menunjukkan bahwa mungkin saja terbangun dari kehidupan di bumi yang kita anggap sedang kita jalani saat ini, persis sebagaimana ketika kita terbangun dari mimpi.

      Setelah semua kenyataan materi ini terungkap, kini muncul pertanyaan yang paling penting. Jika peristiwa di alam materi yang kita ketahui pada hakikatnya adalah sekedar penampakan, bagaimana dengan otak kita? Oleh karena otak kita adalah materi sebagaimana lengan kita, kaki, atau benda lain, ia mestinya juga sekedar penampakan sebagaimana semua benda lainnya.

      Contoh lain akan lebih menjelaskan hal ini. Marilah kita anggap bahwa kita memanjangkan syaraf-syaraf yang menuju ke otak kita dan meletakkan otak tersebut di luar kepala kita sehingga kita dapat melihatnya dengan mata kita. Pada keadaan ini, kita akan dapat melihat otak kita dan menyentuhnya dengan jari-jari kita. Dengan demikian kita dapat memahami bahwa otak kita juga tidak lebih dari sebuah penampakan yang dibentuk oleh indera penglihatan dan peraba.

      Lalu, kehendak apakah yang melihat, mendengar dan merasakan semua indera yang lain jika bukan otak? Siapakah dia yang melihat, mendengar, meraba dan merasakan rasa dan bau? Siapakah wujud ini, yang berpikir, beralasan, memiliki perasaan dan bahkan berkata ''Saya adalah saya''?

      Salah seorang pemikir terkemuka abad ini Karl Pribram juga memiliki pertanyaan yang sama:

      Sejak jaman Yunani, para filsuf telah memikirkan tentang 'hantu di dalam mesin', 'manusia kecil dalam manusia kecil' dan lain sebagainya. Dimanakah 'saya', seseorang yang menggunakan otaknya? Siapakah dia yang melakukan perbuatan mengetahui? Sebagaimana perkataan Saint Francis dari Assisi: 'Apa yang kita cari adalah sesuatu yang melihat (Ken Wilber, Holographic Paradigm, hal. 37)

      Ternyata, wujud gaib yang menggunakan otak, yang melihat dan merasakan ini adalah ruh. Apa yang kita sebut dengan alam materi adalah sekumpulan penampakan yang dilihat dan dirasakan oleh ruh ini. Sebagaimana tubuh yang kita punyai dan alam materi yang kita lihat dalam mimpi tidak memiliki wujud fisik, alam semesta yang kita tempati dan tubuh yang kita miliki saat ini juga tidak memiliki wujud fisik.

      Begitulah, kendatipun kita memulai dengan anggapan bahwa materi adalah nyata, hukum-hukum fisika, kimia dan biologi, semuanya menghantarkan kita pada kenyataan bahwa materi terbentuk dari khayalan; dan pada kenyataan pasti tentang adanya wujud gaib.

      Jadi, siapakah yang menjadikan ruh kita melihat tanah, manusia, tumbuhan, tubuh kita dan segala hal lain yang kita lihat? Sangat jelas bahwa ada Pencipta Maha Agung.

      Wujud absolut sesungguhnya Allah. Segala sesuatu selain-Nya hanyalah bayangan yang Dia ciptakan. Kenyataan ini dijelaskan oleh ulama besar Islam Imam Rabbani sebagaimana berikut:

      Allah 'Materi pembentuk wujud-wujud yang Dia ciptakan ini hanyalah ketiadaan'. Dia menciptakan segalanya di dunia indra dan khayalan. Keberadaan alam semesta adalah di dunia indra dan khayalan, dan ia bukanlah materi. Pada kenyataannya, tiada sesuatu pun di alam luar kecuali Wujud Yang Maha Suci, (Dialah Allah) (Imam Rabbani Hz. Mektuplari (Letters of Rabbani), Vol.II, 357. Letter, p.163)

      Di semua empat penjuru jagat raya yang terbentuk oleh beragam penampakan adalah Wujud Allah sebagai wujud nyata satu-satunya. Karenanya, wujud paling dekat kepada manusia adalah Allah. Fakta ini dijelaskan dalam Alqur'an dengan ayat, Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya (Surah Qaf: 16)

      Dimanapun kita berada, Allah bersama kita. Ketika anda membaca tulisan ini, wujud terdekat dengan anda adalah Allah yang menciptakan segala sesuatu yang anda lihat setiap saat.

      Selama Allah menjadikan kita melihat gambar dan merasakan apa yang ada di dunia ini, kita akan terus hidup di dunia ini. Ketika ia menghentikan gambar dan cita rasa tentang dunia ini, lalu menampakkan malaikat maut kepada kita dan memberikan penampakan tentang dimensi yang berbeda, ini berarti kita telah meninggal dunia. Hari Kebangkitan, Penghisaban, Surga, Neraka dan semua kehidupan abadi akan diciptakan dengan cara yang sama untuk kita.
Read More..

Dimensi Lain dalam Materi

     Peringatan Tulisan berikut -- yang mulai dimuat hari ini -- mengungkap rahasia paling tersembunyi dari kehidupan Anda. Anda harus membacanya dengan penuh perhatian karena tulisan ini membahas masalah yang dapat mengubah cara pandang anda terhadap dunia materi.

      Manusia dibiasakan sejak awal kehidupannya untuk memandang dunia tempat ia hidup memiliki wujud materi yang absolut. Sehingga ia tumbuh dewasa di bawah pengaruh pengkondisian ini dan menjalani seluruh hidupnya dengan cara pandang ini. Namun penemuan ilmu pengetahuan modern memperlihatkan kenyataan penting yang sama sekali berbeda dengan anggapan umum.

     Semua informasi yang kita punyai tentang dunia luar, sampai kepada kita melalui panca indera kita. Dunia yang kita pahami terdiri atas apa dilihat mata, didengar telinga, dicium hidung, dirasakan lidah dan disentuh oleh tangan kita.

      Manusia bergantung hanya pada kelima indera tersebut sejak lahir. Itulah mengapa ia mengetahui 'dunia luar' hanya sebatas apa yang diberikan melalui indera ini.

      Penelitian ilmiah tentang indera kita telah mengungkapkan kenyataan yang sangat berbeda tentang apa yang kita sebut dengan 'dunia luar'. Dan kenyataan ini telah membongkar rahasia sangat penting tentang hakikat materi, yang menyusun dunia luar tersebut.
Pemikir abad ini Frederick Vester menjelaskan pencapaian ilmu pengetahuan pada bidang ini:

       Pernyataan sejumlah ilmuwan bahwa 'manusia adalah gambar, segala yang dirasakan bersifat sementara dan tipuan, dan alam semesta hanyalah sebuah bayangan', tampak dibuktikan oleh ilmu pengetahuan di zaman kita (Frederick Vester, Denken, Lernen, Vergessen, vga, 1978, p. 6)

       Agar lebih memahami rahasia di balik materi ini, marilah kita pahami kembali indera penglihatan yang memberikan kita informasi paling banyak tentang dunia luar.

       Bagaimana Kita Dapat Melihat? Proses melihat terjadi secara bertahap. Pada saat melihat, kumpulan cahaya yang disebut foton bergerak dari benda menuju mata dan menembus lensa mata dimana foton ini dibelokkan dan difokuskan ke retina, di belakang mata. Di sini, cahaya diubah menjadi sinyal-sinyal listrik dan kemudian diteruskan oleh sel-sel syaraf ke pusat penglihatan di bagian belakang otak. Proses melihat sesungguhnya terjadi di pusat tersebut yang berada di otak.

      Semua pemandangan yang kita saksikan dalam kehidupan dan semua peristiwa yang kita alami, sebenarnya kita rasakan di tempat yang kecil dan gelap ini. Tulisan yang kini sedang Anda baca dan pemandangan luas tanpa batas yang anda lihat di ufuk, keduanya masuk ke dalam tempat kecil berukuran beberapa sentimeter kubik ini.

      Sekarang, marilah kita cermati kembali informasi ini dengan lebih seksama. Ketika kita berkata, 'kita melihat', kita sesungguhnya melihat 'efek' yang ditimbulkan pada otak kita oleh cahaya yang sampai pada mata dengan mengubahnya menjadi sinyal listrik. Ketika kita berkata, 'kita melihat', kita sebenarnya menyaksikan sinyal-sinyal listrik pada otak kita.

      Di samping itu, ada hal lain yang perlu diingat: otak tertutup rapat dari masuknya cahaya dan bagian dalamnya gelap gulita. Oleh karenanya, ia tak mungkin akan pernah berhubungan dengan cahaya.

      Kita dapat menjelaskan hal ini dengan sebuah contoh: di hadapan kita ada sebuah lilin menyala dan kita melihat cahaya lilin ini. Selama kita melihat cahaya lilin, bagian dalam tengkorak dan otak kita sama sekali gelap, lilin tidak pernah menerangi otak maupun pusat penglihatan kita. Namun kita melihat dunia berwarna-warni dan terang-benderang dalam otak kita yang gelap.

      Hal yang sama terjadi pula pada semua indera kita yang lain. Suara, sentuhan, rasa dan bau, semuanya dirasakan di dalam otak sebagai sinyal-sinyal listrik.

      Jadi, otak kita sepanjang hidup tidak berhubungan langsung dengan materi 'sesungguhnya' yang ada di luar kita, melainkan sekedar tiruan berupa sinyal listrik dari materi tersebut yang terbentuk di dalam otak kita. Di sinilah kita tertipu ketika menganggap tiruan ini sebagai materi sesungguhnya di luar kita.

      Kenyataan ini menghantarkan kita pada kesimpulan yang tak perlu diperdebatkan lagi. Semua yang kita lihat, sentuh, dengar dan rasakan sebagai materi, dunia atau alam semesta hanyalah sinyal-sinyal listrik dalam otak kita.

      Sebagai contoh, kita melihat seekor burung di dunia luar. Nyatanya, burung ini bukanlah di dunia luar, tapi dalam otak kita. Partikel-partikel cahaya yang dipantulkan burung mengenai mata kita dan kemudian diubah menjadi sinyal-sinyal listrik. Sinyal-sinyal ini diteruskan oleh sel-sel neuron ke pusat penglihatan di otak. Burung yang kita lihat, sesungguhnya adalah sinyal-sinyal listrik dalam otak kita. Jika syaraf-syaraf penglihatan yang menghubungkan ke otak diputus, penampakan burung tersebut akan segera lenyap.

      Dengan cara yang sama, suara burung yang kita dengar juga ada dalam otak kita. Jika syaraf yang menghubungkan telinga ke otak diputus, maka tidak akan ada suara yang terdengar. Singkatnya, burung yang kita lihat dan suaranya yang kita dengarkan tidaklah lebih dari penafsiran sinyal-sinyal listrik oleh otak.

      Hal lain yang perlu dicermati ialah perasaan tentang jarak. Misalnya, jarak antara Anda dan tulisan ini, tidak lebih dari perasaan tentang ukuran ruang yang terbentuk dalam otak anda. Juga, benda-benda yang terlihat sangat jauh dalam pandangan seseorang ternyata adalah sejumlah bayangan yang terkumpul pada satu titik dalam otak.

      Ketika sedang menonton film, Anda sebenarnya tidak berada di dalam ruangan sebagaimana yang anda yakini. Sebaliknya, ruangan tersebut berada dalam diri anda. Penglihatan anda terhadap tubuh anda membuat anda berpikir bahwa anda berada di dalamnya. Namun anda harus ingat bahwa tubuh anda pun adalah gambar yang terbentuk dalam otak anda.
Read More..

Berita Masa Depan

     Apa keistimewaan lain Alquran? Sebagai firman-Nya, Alquran mencantumkan berbagai kabar, di masa depan. Ayat ke-27 surat Al-Fath, misalkan, memberikan kabar gembira kepada kaum mukmin bahwa mereka akan menaklukkan Mekah.

     Dengan pemikiran yang mendalam, ayat tersebut terlihat mengumumkan adanya kemenangan lain yang akan terjadi sebelum kemenangan Mekah. Sesungguhnya, sebagaimana dikemukakan dalam ayat tersebut, kaum mukmin awalnya menaklukkan Benteng Khyber, yang berada di bawah kendali Yahudi, kemudian memasuki Mekah.

      Penggalan berita lain dalam Alquran tentang yang akan terjadi di masa mendatang ditemukan pada ayat pertama Surat Ar-Ruum, yang menunjukkan Kekaisaran Byzantine, bagian timur Kekaisaran Roma. Dalam ayat ini, disebutkan bahwa Kekaisaran Byzantine, yang telah menemui kekalahan tetapi akan segera mendapatkan kemenangan.

      Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). (Surat Ar-Room, 1-4)

      Ayat-ayat ini diturunkan pada kira-kira tahun 620, tujuh tahun setelah kekalahan hebat Christian Byzantium di tangan bangsa Persia, ketika Byzantinene kehilangan Jerussaleem.
Pada kenyataannya, Byzantium kemudian menderita kekalahan hebat, yang nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya apalagi mendapatkan kemenangan kembali. Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slav, dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Byzantine.

       Pendek kata, setiap orang menyangka Kekaisaran Byzantine akan runtuh. Tetapi setelah itu, ayat pertama Surat Ar-Ruum menyampaikan suatu pengumuman bahwa Byzantium akan mendapatkan kemenangan dalam beberapa tahun lagi.

      Sekitar tujuh tahun setelah penyampaian ayat pertama Surat Ar-Ruum tersebut, pada Desember 627 Masehi, sebuah peperangan hebat antara Kekaisaran Byzantium dan Persia terjadi di Nineveh. Dan pada saat itu, pasukan Byzantine secara mengejutkan mengalahkan pasukan Persia. (Beberapa bulan kemudian, bangsa Persia harus membuat perjanjian dengan bangsa Byzantium, yang mewajibkan Persia untuk mengembalikan wilayah yang mereka ambil dari Byzantine). Akhirnya, kemenangan bangsa Romawi yang diumumkan oleh Allah dalam Alquran, secara ajaib menjadi kebenaran.

       Keajaiban lain yang diungkapkan dalam ayat ini adalah pengumuman tentang fakta geografis yang tak dapat ditemukan oleh seorangpun di masa itu. Dalam ayat ketiga Surat Ar-Ruum, diberitakan bahwa Romawi telah dikalahkan dalam wilayah paling rendah di bumi ini. Ungkapan adnal ardli dalam bahasa Arab, diartikan sebagai tempat yang rendah. Ini bukanlah makna harfiah dari kalimat tersebut, tetapi lebih berupa kiasan. (Kata adna dalam bahasa Arab diambil dari kata dani, yang berarti rendah dan ardo berarti dunia). Karena itu uangkapan “adnal rdli berarti wilayah paling rendah di bumi).

       Yang paling menarik, tahap-tahap penting dalam pertempuran antara Kekaisaran Byzantine dan Persia, ketika Byzantine dikalahkan dan kehilangan Jerusalem, benar-benar terjadi di titik paling rendah di bumi. Wilayah yang dikhususkan ini adalah cekungan/basin Laut Mati, yang terletak di persimpangan wilayah yang dimiliki oleh Syria, Palestana, dan Jordania. Laut Mati, terletak 395 meter di bawah permukaan laut, adalah daerah paling rendah di bumi. Ini berarti bahwa Byzantium dikalahkan di bagian paling rendah di bumi, persis seperti dikemukakan dalam ayat ini.

       Hal paling menarik dalam fakta ini adalah bahwa ketinggian Laut Mati hanya bisa diukur dengan teknik pengukuran modern. Sebelumnya, tak mungkin bagi seorangpun untuk mengetahui bahwasannya itu adalah wilayah terendah pada permukaan bumi. Kemudian, dalam Alquran, wilayah ini dinyatakan sebagai titik paling rendah di atas bumi.

       Selain itu, keajaiban lain Quran, memiliki ''kejaiban matematika''. Contohnya adalah angka pengulangan nomor pada beberapa kata alam Alquran. Beberapa kata yang terkait secara mencengangkan diulangi dalam kali yang sama. Di bawah ini adalah kata-kata tersebut dan jumlah pengulangannya dalam Alquran.

       Kata hari diulangi sebanyak 365 kali dalam bentuk tunggal, dan dalam bentuk jamak diulangi sebanyak 30 kali. Jumlah pengulangan kata bulan adalah 12 kali. Kata hukuman diulang sebanyak 117 kali sedangkan ungkapan ampunan, yang merupakan prinsip dasar Alquran, diulangi tepat dua kali. Jumlah kata dunia dan “akhirat” diulangi sama persis, sebanyak 115. Kalimat tujuh langit diulangi sebanyak tujuh kali. Penciptaan langit juga diulangi tujuh kali. Kata iman diulangi 25 kali seluruhnya dalam Alquran, demikian halnya kata kafir. Kata zakat/penyucian diulang sebanyak 32 kali sedangkan jumlah pengulangan kata berkah/kebajikan juga 32 kali. Ungkapan shaleh dipakai sebanyak 6 kali, tetapi kata ingkar dipakai setengahnya, yaitu 3 kali. Manusia dipakai sebanyak 65 kali, penjumlahan dari sejumlah tahap-tahap pembentukan manusia: Yaitu : manusia 65, tanah 17, setetes mani 12, embryo 6, segumpal daging 3, tulang 15, daging 12.
Read More..

Bagian II : Manusia Bukan Hewan

     
     Di awal abad ke-20, Russia dikuasai kaum Tsar. Bagaimanapun, ide revolusioner komunis mulai menyebar ketika jumlah buruh meningkat. Sebagian aparat militer juga terkena pengaruh ideologi itu.

     Pemimpin pergerakan komunis di Rusia adalah Vladimir Ilyich Lenin. Pergerakan komunis yang dipimpin Lenin dikenal sebagai Bolsheviks. Mereka percaya bahwa revolusi berdarah merupakan syarat penting untuk menggalang kekuatan.

     Pendukung revolusi tumpah ruah di jalanan untuk merayakannya. Kebanyakan orang berharap akan adanya perbaikan setelah masa kekaisaran berakhir di Rusia. Tapi mereka salah. Kontribusi kaum Bolshevik terhadap revolusi Februari 1917 barulah sedikit. Keberadaan mereka kurang representatif di parlemen pro revolusi yang dibentuk. Pemerintah mendekati kaum pro barat Kerensky, yang seorang demokrat. Lenin, di pembuangan, menawarkan model kepemerintahan baru padanya dan ditolak mentah-mentah.Dia lalu kembali membangun front Bolsheviks untuk revolusi pribadinya.

     Dan pada bulan Oktober 1917, dia melakukan penyerangan. Pasukan Lenin menyerang Winter Palace, sebuah kantor pemerintahan. Mereka membunuh orang-orang yang masih bertahan dan menggunakan kesempatan itu untuk kudeta. Film propaganda Soviet yang dibuat beberapa tahun setelah itu menggambarkan kudeta yang sangat terkenal yang dimulai oleh provokasi Lenin. Faktanya jumlah orang yang menyerang istana kurang dari 100 orang, dan hanya 5 orang yang mati.

     Lenin memulainya dengan kudeta tak berdarah. Namun segalanya tak berjalan mulus. Kaum Bolsheviks menyerang angkatan darat yang masih loyal pada kaisar. Perang sipil mengerikan akhirnya dimulai paling tidak selama 3 tahun. Kaum Bolsheviks mengerahkan Tentara Merah dalam perang itu. Tangan kanan Lenin, Leon Trotsky, menjadi panglima perangnya.

      Ketika kaum Bolsheviks menguat, sebagian besar penduduk Rusia hidup di desa-desa, menikmati standar kehidupan yang indah. Dari hasil panen, kebanyakan petani hanya mampu menghidupi keluarganya saja. Musim dingin di Rusia tidak memungkinkan adanya produksi pertanian Keputusan yang diambil Lenin pada tahun 1918 telah menyengsarakan jutaan petani, yang selama ini hidup miskin. Kepemilikan pribadi dilarang, dan peralatan petani menjadi hak milik negara.

      Lenin melihat apa yang terjadi dengan sangat girang. Menurutnya, krisis pangan sangat berarti: dia menghitung kehancuran orang-orang yang percaya akan adanya Tuhan dan agama, dan membuat mereka tunduk pada komunisme. Arsip-arsip Soviet menunjukkan adanya indikasi bahwa Lenin dengan sengaja menciptakan bencana kelaparan yang mengorbankan 5 juta nyawa.

       Itu sama dengan kesimpulan Richard Pipes, seorang ahli sejarah yang meneliti arsip-arsip itu bertahun-tahun, dalam bukunya Lenin yang asing. Dalam pandangannya: Alasan mengapa Lenin dan kaum Bolsheviks benar-benar brutal adalah adanya falsafah dialektika materialis yang mereka percaya. Falsafah ini menempatkan manusia sebagai salah satu jenis hewan dan perlu sebuah kekejaman dan konflik demi perkembangannya.

       Dasar ilmiah yang sama dengan falsafah yang mengatakan bahwa manusia juga merupakan binatang adalah teori evolusi Darwin. Teori evolusi merupakan inspirasi ideologi terpenting di balik pergerakan komunis Russia. Buku The Origin of Speciesnya Darwin diterjemahkan ke bahasa Rusia pada akhir abad ke-19, dan bertanggung jawab terhadap ribuan pemuda Russia yang berbalik menganut ateisme dan komunuisme. Penyamaan Komunisme Russia dengan Darwinisme benar-benar telah dikatakan oleh Georgi Valentinovich Plekhanov, dikenal sebagai penemu teori itu saat itu, katanya: Marxisme adalah Darwinisme dalam ilmu sosial.

      Sebenarnya manusia bukanlah binatang, namun telah betul-betul diciptakan Allah dengan dilengkapi jiwa. Eksistensinya di dunia bukanlah sebagai Komunis maupun Darwinis, yang menerima akan adanya konflik, perang, dan pembunuhan, namun untuk menunjukkan kebaikan moral yang diridhai Allah. Hanya ketika manusia menerima konsep inilah, dengan kata lain memeluk agama yang benar, mereka akan menemukan kedamaian dan kebahagiaan.

      Akhir kehidupan Lenin, yang mengingkari fakta ini, adalah sebuah peringatan keras. Dari tahun 1922, penyakit parah mulai melumpuhkannya. Dia menggunakan kursi roda, dimulai dengan sakit kepala hebat. Maret 1923, dia terkena stroke, dan sejak itu tidak bisa berbicara normal.

      Di akhir bulan kehidupannya, orang yang melihat Lenin terkejut: mukanya terlihat aneh, terlihat setengah marah, foto yang diambil sesaat sebelum kematiannya terlihat mengerikan. Lenin mati pada 21 Januari 1924.

      Allah berfirman tentang takdir beberapa orang jahat di dalam Al-Quran: Kemudian, akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah (azab) yang lebih buruk [Surat Rum: 10].

      Semua fakta sejarah yang telah kita lihat sejauh ini punya pesan moral yang sangat penting. Kesalahan ide bisa menimbulkan bencana kemanusiaan hebat. Komunisme adalah salah satu ide yang salah, dan memicu bencana dunia yang mengerikan sepanjang abad 20.

      Satu kesalahan mendasar komunisme adalah kepercayaannya bahwa konflik adalah hukum alam yang tak terelakkan. Apa yang disebut dasar ilmiah olehnya bisa ditemukan pada teori evolusi, yang mengatakan bahwa perbedaan manusia diperlukan untuk memicu perang, perkelahian, dan permusuhan. Berdasarkan pandangan ini, pandangan dialektika, setiap kelas, setiap bangsa, dan setiap masyarakat, diharuskan memusuhi yang lain, dan ini adalah hukum alam.

     Satu-satunya cara yang mungkin untuk memutus lingkaran setan kejahatan ini adalah dengan memahami maksud dibalik eksistensi manusia. Manusia bukanlah binatang yang muncul secara kebetulan dan hidup hanya untuk berkelahi, seperti kepercayaan Darwinis, komunis, dan fasis. Manusia adalah mahluk sempurna yang memiliki jiwa, yang diciptakan Allah. Dan maksud adanya kehidupan adalah untuk belajar dan hidup dengan moralitas yang baik yang Allah tuturkan. (Selesai)
Read More..

Bagian I : Sejarah Berdarah Komunisme

      
     Pada pertengahan abad ke-19, dua filsuf asal Jerman yang hidup di Inggris menformulasikan sebuah ideologi yang mengguncang dunia. Awalnya mereka menyampaikan ide-ide mereka dalam sebuah Manifesto Komunis yang dipublikasikan beberapa waktu sebelumnya. Salah satu filsuf itu adalah Karl Heinrich Marx, dan lainnya adalah Friederich Engels.

      Dua orang ini mempercayai konsep materialisme, yang mengatakan bahwa tidak ada sesuatupun selain materi. Sebenarnya, materialisme adalah dogma lama yang dicetuskan pemikir dari Yunani, Democritus. Selama revolusi Prancis, sejumlah pemikir Eropa mengambil kembali falsafah materialisme itu, memolesnya, dan mulai mempropagandakannya kembali.

      Tujuan mereka menjauh dari konsep agama, dan materialisme adalah satu-satunya falsafah yang mengancam ideologi agama. Sementara mendukung materialisme di satu sisi, Marx dan Engels juga membuat metode berpikir baru tentang dialektika hidup, yang menyatakan bahwa perseteruan adalah hukum alam. Karena alasan itulah mengapa teori mereka disebut dialektika materialisme.

      Dialektika itu mengatakan bahwa kemajuan merupakan hasil dari sebuah perseteruan. Dua filsuf ini mencoba memahami sejarah dunia dengan cara pandang dialektika materialisme ini. Marx mencoba memasukkan dogma dialektika materialisme ini dalam bukunya tentang sejarah dan ekonomi, sedangkan Engels memadukannya dalam Sains dan Filsafat. Lebih jauh, Marx mencoba memandang ke masa depan. Dan karenanya, industrialisasi negara-negara Eropa memunculkan revolusi berdarah, akibat konflik dari munculnya prinsip dialektika seperti ini.

     Kelas pekerja yang hancur karena kapitalis, akan bangkit dan punya kekuatan setelah sistem komunis diterapkan. Konsep keagamaan, moralitas dan kekeluargaan tidak boleh mendapat tempat dalam masyarakat komunis.

      Namun, Marx dan Engels menghadapi kesulitan besar. Mereka memandang sejarah kehidupan manusia dengan kaca mata dialektika materialisme, dan mereka terpaksa mengubah sejarah.

      Namun bagaimana terbentuknya alam ini? Bagaimana mahluk hidup bisa muncul? Maka jawaban terhadap pertanyaan penting itu juga harus bersifat materialistic. Jawaban itu diilhami oleh ideologi yang lain, yang juga hidup di Inggris waktu itu.

      Dalam perjalanan penelitian kapal Angkatan Laut di laut Atlantik, the Beagle, terdapat seorang peneliti muda bernama Charles Robert Darwin. Setelah perjalanan panjang, dia kembali ke Inggris pada 1836. Dia menghabiskan waktu hidupnya untuk memformulasikan sebuah teori untuk menjelaskan asal usul kehidupan.

      Darwin menuliskan teorinya dalam bukunya yang diterbitkan tahun 1859, The Origin of Species. Cara pandang teori itu tentang bagaimana mahluk hidup berasal sama dengan cara pandang filsafat materialis, yaitu berasal dari proses-proses kebetulan. Selain itu, dia menganggap bahwa peristiwa kebetulan itu terjadi karena adanya konflik, seperti sebuah dialektika.

      Singkatnya, Darwin melihat alam dengan dialektika materialisme. Namun teori Darwin tidak memiliki dasar ilmiah. Karena itulah ilmuwan-ilmuwan terkenal saat itu tidak menanggapinya dengan serius, kecuali diantara dua orang: Karl Marx dan Friedrich Engels!

      Sebulan setelah penerbitan buku The Origin of Species, 12 Desember 1859, Engels menyurati Marx dan berkata: Temanku Darwin, yang bukunya sedang aku baca ini sungguh mengagumkan.

      Surat dari Marx pada Engels juga berisi pernyataan yang serupa: Saya telah membaca buku karangan Darwin dalam beberapa minggu. Buku ini berisi dasar pandangan kita tentang sejarah alam ini.

      Hubungan antara Darwinisme dan Marxisme tumbuh menjadi sangat kuat. Penganut Marx menggunakan teori evolusi sebagai dasar pemikirannya. Itu semua dipengaruhi Darwinisme. Saat itu, buku-buku Marx dan Darwin menghiasi gambar-gambar komunisme.

       Perang antara Franco dan Prussian tahun 1871 adalah akibat adanya revolusi Marx yang diimpikannya. Prancis telah dikuasai, dan hancurnya pemerintahan menimbulkan adanya kekosongan kekuasaan. Penganut Marx tidak menyia-nyiakannya. Bersama dengan kelompok kecil sosialis lainnya, mereka menyulut pemberontakan di ibukota, Paris, dan membentuk negara boneka, yang pemerintahannya didasarkan prinsip komunisme. Di bawah rejim yang baru, Paris menjadi mencekam. Gereja dan gedung pemerintahan hancur, para penganut agama ditembaki, jalanan dipenuhi barikade militer.

      Setelah pertempuran panjang, pasukan angkatan darat berhasil memasuki Paris dan menjatuhkan rejim komunis. Percobaan penerapan komunisme telah menelan 18.000 nyawa.

      Namun bagaimana teori Karl Marx ini bisa menyebar begitu cepat? Jawabannya dikemukakan oleh ilmuwan Jerman, Rudolf Virchow : Musim gugur tahun 1971 dia menghadiri kongres tentang sejarah alam, dan mengingatkan akan bahayanya menganut teori Darwin: Silahkan catat. Teori evolusi yang Anda anut berkaitan erat dengan ideologi yang baru saja menghancurkan Paris.

      Virchow benar. Teori evolusi Darwin bertanggung jawab pada munculnya Marxisme yang melanda kaum intelektual barat. Teori ini menganggap manusia sebagai hewan, yang mengalami perubahan karena adanya persaingan, dan yang lebih penting dari itu, mengabaikan akan adanya fakta penciptaan. Tiga kesalahan besar tersebut mengilhami falsafah Marxisme. Revolusi komunis pertama yang didasari falsafah itu, akan mengambilalih Russia. (Bersambung)
Read More..

Atap yang Terpelihara


Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara sedangkan mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Alloh) yang ada padanya. (Surat al-Anbiya, 32)

      Suatu fakta mengenai alam semesta yang dinyatakan dalam Alqur'an adalah bahwa langit dibuat sebanyak tujuh lapis. Dialah Alloh, yang menjadikan segala apa yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menciptakan langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit! Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu (Surat al-Baqarah, 29).

      Kata "heaven", yang kerap muncul dalam Alqur'an, mengacu kepada "langit" di atas bumi sebagaimana langit di atas alam semesta. Pemberian makna pada kata ini, memperlihatkan bahwa langit di Atas bumi atau atmosfir terbangun atas tujuh lapisan.

      Saat ini diketahui bahwa atmosfir bumi terdiri atas lapisan-lapisan yang berbeda, satu berada di atas yang lain. Selanjutnya, tepat seperti dinyatakan dalam Alqur'an, ia terdiri atas tujuh lapis. Dalam sebuah sumber ilmiah, hal tersebut digambarkan sebagai berikut:

       Para ilmuan menemukan bahwa atmosfir terdiri atas beberapa lapis. Lapisan-lapisan tersebut berbeda dalam hal ciri-ciri fisik, seperti tekanan dan tipe gasnya. Lapisan atmosfir yang terdekat dengan bumi disebut Troposhere. Troposphere mengandung kira-kira 90% dari total massa atmosfir. Lapisan di atas troposphere disebut Stratosphere. Lapisan ozon adalah bagian dari stratosphere, tempat terjadinya penyerapan sinar uktra violet. Lapisan di atas stratosphere disebut Mesosphere. Thermosphere berada di atas mesosphere. Gas-gas yang terionisasi membentuk suatu lapisan dalam thermosphere yang disebut ionosphere. Bagian terluar atmosfir bumi mengembang dari sekitar 480 km hingga 960 km. Bagian ini dinamakan Exosphere.
Jika dihitung jumlah lapisan atmosfir itu benar terdiri atas tujuh lapis. Adalah sebuah keajaiban bahwa fakta-fakta ini, yang tak mungkin ditemukan tanpa teknologi canggih abad 20, secara eksplisit dinyatakan oleh Al Qur'an 14 abad silam.

       Atmosfir pun memiliki fungsi penting bagi kelangsungan hidup. Ketika sejumlah meteor besar ataupun kecil mendekati bumi, atmosfir menahan sehingga tidak jatuh ke bumi dan membahayakan kehidupan. Atmosfir pun menyaring sinar dari ruang angkasa yang membahayakan kehidupan. Alangkah menakjubkan, atmosfir membiarkan cahaya tidak berbahaya dan berguna saja, misalnya cahaya yang bisa terlihat, cahaya ultra violet dan gelombang radio, yang bisa melaluinya. Semua radiasi ini berguna bagi kehidupan. Atmosfir pun menjaga bumi dari kebekuan ruang angkasa, yaitu kira-kira minus 270 derajat celcius.

       Tidak hanya atmosfir yang menjaga bumi dari efek berbahaya. Sabuk Van Allen, suatu lapisan yang menyebabkan medan magnet di bumi, juga berlaku sebagai layar penangkis radiasi berbahaya bagi planet kita. Radiasi ini, yang secara konstan dipancarkan oleh matahari dan bintang-bintang lainnya, mematikan mahluk hidup. Jika saja sabuk Van Allen tidak ada, semburan raksasa dari energi yang disebut "solar flare" yang terjadi berkali-berkali pada matahari akan merusak seluruh kehidupan di bumi.

       Energi yang ditransmisikan dalam satu saja dari cahaya-cahaya ini dipastikan pada masa sekarang, terhitung sama dengan 100 miliar bom atom yang masing-masing satuannya menyerupai yang dijatuhkan ke Hiroshima. Lima puluh delapan jam setelah kilatan tersebut, dapat diamati bahwa jarum magnetik kompas bergerak tidak seperti biasanya dan 250 kilometer di atas atmosfir bumi, temperatur tiba-tiba meningkat hingga 2500 derajat celcius.

       Singkatnya, suatu sistem sempurna ada di atas bumi. Ia melingkupi bumi dan menjaganya dari serangan benda-benda luar angkasa. Para ilmuan baru sekarang mempelajarinya, sementara berabad-abad lampau kita telah dikabari melalui Alqur'an tentang atmosfir bumi yang berfungsi sebagai lapisan pelindung/pemelihara.

      Simak juga ayat ke-11 surat At-Thoriq dalam Alqur'an yang mengacu pada fungsi langit. Demi langit yang mengandung hujan (Surat at-Tariq, 11). Kata ini diartikan sebagai "siklus" dalam terjemahan Alqur'an juga bermakna "mengirim kembali" atau "mengembalikan".

      Sebagaimana diketahui, atmosfir yang melingkupi bumi terdiri atas beberapa lapisan. Penelitian menyatakan bahwa lapisan-lapisan ini memiliki fungsi mengembalikan material-material atau cahaya/sinar yang mereka pancarkan ke ruang angkasa atau ke bumi. Sekarang marilah kita perhatikan sejumlah contoh "fungsi pengembalian" dari lapisan-lapisan yang mengelilingi bumi tersebut.

      Troposphere, dengan jarak 13 - 15 km di atas bumi, memungkinkan uap air dari permukaan menjadi terkondensasi dan kembali ke bumi sebagai hujan. Lapisan ozon, dengan ketinggian 25 km, memantulkan radiasi-radiasi berbahaya dan sinar ultraviolet yang datang dari ruang angkasa dan kembali lagi ke angkasa. Ionosphere, memantulkan transmisi gelombang radio dari bumi ke berbagai bagian dunia seperti halnya sebuah satelit komunikasi pasif; dengan demikian memungkinkan komunikasi tanpa kabel, transmisi radio dan televisi pada jarak cukup jauh.

      Fakta-fakta tersebut tersingkap secara ilmiah pada masa kini. Umat Islam telah mengetahuinya sejak berabad silam melalui Alqur'an. Sekali lagi ini membuktikan bahwa Alqur'an adalah firman Allah.
Read More..
Thank you 4 your visit

Info Sang Khalifah

Member Follow ME

Presented by

bisnis internet

free web site trafffic and promotion
Page Rank Check
Law Blogs

Ikut Gabung Yuk..!!
There will be no exception Eternal Eternity Itself - Sang Khalifah - Copyright 2010 - Muhammad Deden Suryadiningrat - I Could If I'm Doing I Can Surely